Persik Kediri

Ditengah naik kastanya para tim-tim legendaris, sebut saja Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang, ada satu lagi tim legendaris yang sangat disoroti kiprahnya, ia adalah Persik Kediri. Sebagai salah satu klub legendaris dengan berbagai prestasinya, Persik ini di tahun 2017 ini justru beda sendiri dengan teman-temannya satu perjuangan. Jika yang lain berhasil naik kasta ke Liga 1, tapi Persik Kediri justru terperosok ke jurang yang salah, yakni degradasi ke Liga 3 musim 2018.

Banyak media yang menyoroti kiprah Persik Kediri di Liga 2 2017 yang lalu. Bermain lagi setelah sekian lama tenggelam dengan tidak aktifnya sepakbola di Indonesia, awalnya Persik Kediri sangat optimis bahwa ia bisa mengembalikan kejayaannya seperti lebih dari satu dekade yang lalu, atau minimal bisa naik kasta ke Liga 1.

Merekrut pelatih Bedjo Sugiantoro merupakan langkah awal Persik di Liga 2 musim lalu. Dengan dukungan dana yang lumayan dari berbagai sponsor yang masuk, Persik mulai pede menyerahkan semua keputusan kepada pelatih untuk memilih siapakah pemain yang direkrut. Tapi ternyata coach Bedjo lebih memilih menggunakan para pemain muda yang belum memiliki jam terbang yang cukup tinggi. Bahkan disana mungkin hanya ada nama Tedi Heri dan Bima Ragil saja yang cukup familiar di telinga Persik Mania.

Meskipun dengan keputusan itu banyak yang mulai mengkritik kiprah pelatih baru tersebut, tapi bagaimana lagi karena semuanya harus menghormati keputusan pelatih. Apalagi manajemen juga sudah menyerahkan semua persoalan tentang pemain kepada pelatih.

Menembus Batas Juara

Menembus Batas Juara

Flyer Launching Persik Kediri 2017

Mengusung jargon “MENEMBUS BATAS JUARA”, Persik Kediri mulai optimis bisa tampil luar biasa dengan target utama naik kasta ke Liga 1, atau bahkan lolos dengan raihan sebagai juara Liga 2. Pada laga-laga awal, Persik tampil cukup bagus dan nampaknya sepertinya target itu bisa terlampaui. Banyak drama lahir dengan kompetisi Liga 2 tersebut. Namun, Persik mulai terseok-seok di akhir-akhir kompetisi, dan Persik harus memastikan gagal naik kasta setelah tidak mampu lolos ke babak 16 besar.

Menjalani babak playoff demi bertahan di Liga 2 musim depan, ternyata Persik sangat terseok-seok dan akhirnya harus tergusur dari Liga 2, dan dipastikan degradasi ke Liga 3 musim depan.

Jargon “MENEMBUS BATAS JUARA” itulah yang seringkali dibahas oleh banyak orang ketika menceritakan bagaimana sedihnya Persik Kediri yang digradasi ke Liga 3 musim depan. Banyak yang bilang bahwa jargon itu yang menjadi boomerang. Bahwa sebenarnya juara itu ialah batas terbaik bagi suatu tim, namun Persik malah mengusung jargon “Menembus Batas Juara” yang sebenarnya tidak logis. Juara itu adalah batasnya kok malah ditembus.

Sekarang banyak yang memplesetkan jargon tersebut menjadi “MENEMBUS BATAS LIGA 3” karena Persik nyatanya bukan juara, malah degradasi ke Liga 3.

Meskipun banyak orang yang cukup sedih dengan degradasinya salah satu klub legend itu, tapi banyak Persik Mania yang sepertinya cukup legowo dalam menerima kenyataan itu. Malah ketika bermain di Liga 3, ada kemungkinan akan ada derby Kediri, yakni antara Persik Kediri yang notabene homebasenya di Kota Kediri, akan bisa melawan Persedikab Kabupaten Kediri.

TETAP DJAJATI WALAU DEGRADASI

MENEMBUS BATAS LIGA 3 😂 Persik oh Persik…… Sejarah gak menjamin … Tapi sejarah tidak akan pernah pudar..

A post shared by Jarot | triguritno.ID (@triguritnoid) on

  • Robit Mikrojul Huda

    Keren kak ulasannya. Kapan nulis di Pandit? hwhwhw

Hubungi Saya

Silahkan kirim e-mail untuk menghubungi saya.

Sending
Mantan adalah jodoh yang tertunda

Log in with your credentials

Forgot your details?