Liga Eropa vs Liga Indonesia

Bicara tentang sepakbola Indonesia, pasti kita semua pada gregetan karena sepakbola di Indonesia ini sejak dulu pasti ada masalah terus. Dari adanya penyuapan sampai sepakbola Indonesia dibekukan oleh FIFA, menjadi warna-warni sepakbola Indonesia dalam satu dekade belakangan ini.

Dengan peringkat Timnas Indonesia di ranking FIFA yang masih muter-muter di sekitar 150-an, memang sepakbola Indonesia sangat jauh jika dibandingkan dengan sepakbola luar negeri yang merupakan liga top di dunia, seperti English Premier League, La Liga Spanyol, Bundesliga, maupun Ligue 1 Prancis. Bahkan, kompetisi sepakbola di Indonesia masih di bawah tetangga kita sendiri, yakni Thailand.

Tapi baru-baru ini saya menemukan pembahasan ringan tapi sangat menarik tentang sepakbola di Indonesia. Selain level yang memang cukup jauh, ada satu hal yang mungkin kita sadari tapi kita tidak pernah mempertanyakan hal ini. Yang saya maksud adalah waktu dimulainya kompetisi.

Di liga-liga top di dunia, terutama kompetisi di eropa, kompetisi domestik pasti dimulai bulan Agustus, bahkan ada pula yang bulan Juli atau September. Satu musim menurut kompetisi domestik di eropa bukan satu tahun kalender dari bulan Januari-Desember, melainkan bulan Juli-Juni di tahun yang berbeda. Artinya kompetisi domestik di eropa harus dimulai setelah bulan Juli, dan kompetisi tersebut harus sudah berakhir pada bulan Juni di tahun berikutnya. Makanya di eropa pasti ada musim 2017/2018, karena memang satu musim kompetisi tersebut tidak dilaksanakan dalam tahun yang sama, melainkan 6 bulan tahun 2017, dan 6 bulan tahun 2018.

Tapi kenapa di Indonesia kemarin kok bulan April-November di tahun yang sama? Sebenarnya tanpa kita sadari bahwa yang menerapkan waktu kompetisi dimulai dan berakhir pada tahun yang sama itu bukan cuma Indonesia. Liga Malaysia, Liga Thailand, dan bahkan Liga Jepang juga menerapkan sistem satu tahun kalender seperti itu. Dan ternyata semua kompetisi domestik di Asia yang berada di bawah naungan AFC, kompetisinya dimulai dan berakhir di tahun yang sama. Makanya kenapa satu musim di Liga 1 hanya menyebutkan satu tahun kalender, yakni contohnya seperti Liga 1 2017, karena dimulai dan berakhirnya kompetisi berada di tahun yang sama.

Jadi sudah jelas kalau yang membedakan itu semua adalah regulasi kompetisi domestik dari masing-masing federasi. Semua liga di Eropa yang berada di bawah naungan UEFA dimulai dan berakhir dalam tahun yang berbeda karena memang regulasinya memerintahkan seperti itu. Sementara liga-liga di Asia yang berada di bawah naungan AFC juga harus menaati regulasi yang diatur oleh AFC. Karena sejatinya dengan adanya peraturan yang benar, dan ditaati sesuai aturan yang ada, tidak akan ribet dan tidak akan menjadi masalah.

Kok regulasinya beda-beda?

Football Confederations

[Foto : sportskeeda.com]

Sejatinya segala peraturan memiliki manfaatnya masing-masing karena sebelum ditetapkan, peraturan itu sudah dikaji secara rumit. UEFA dan AFC memiliki alasan sendiri-sendiri kenapa mereka harus menerapkan regulasi itu. AFC mengharuskan semua liga yang berada di bawah naungannya harus menerapkan sistem satu tahun kalender ternyata agar sesuai dengan agenda AFC Champions League yang juga penyelenggaraannya dalam satu tahun kalender. Selain itu juga agar tidak berbenturan dengan turnamen Piala Asia atau AFC Championship yang biasanya digelar 4 tahun sekali di bulan desember. Jadi ketika Piala Asia bergulir, semua kompetisi domestik harus sudah selesai sehingga tidak ada jadwal yang berbenturan. Tapi sekedar informasi, bahwa di Indonesia sendiri melaksanakan sistem kompetisi satu tahun kalender ini baru mulai tahun 2014 kemarin.

Sementara UEFA menerapkan tahun yang berbeda untuk satu musim kompetisi disinyalir karena kompetisi EURO yang pasti dilaksanakan di bulan Juni-Juli setiap 4 tahunnya. Jadi antara agenda kompetisi domestik dengan turnamen antar negara di eropa tersebut agar tidak bentrok.

Sebenarnya tidak ada masalah soal kapan kompetisi itu dimulai, itu tergantung asosiasi sepakbola dari negara masing-masing dan pengelola liga. Namun, di Asia mengharuskan setiap akhir tahun, kompetisi harus sudah selesai dan sudah ada juaranya. Sementara di Eropa, setiap bulan Juni kompetisi harus sudah selesai dan sudah keluar juaranya.

Demikian pembahasan kenapa waktu kompetisi di Liga Indonesia kok beda dengan Liga di Eropa. Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silahkan diungkapkan melalui kolom komentar. Jangan lupa kunjungi artikel yang lainnya juga.

Hubungi Saya

Silahkan kirim e-mail untuk menghubungi saya.

Sending
Mantan adalah jodoh yang tertunda

Log in with your credentials

Forgot your details?