clickbait


Gambar di atas adalah ilustrasi, atau tepatnya adalah meme dimana judul sebuah artikel dengan beberapa level clickbait justru mendapatkan antusias dari kebanyakan masyarakat, terutama adalah orang Indonesia yang tau postingan “Ketik Amin maka auto masuk surga” saja tetap diketik amin.

Sebuah clickbait justru menjadi power tersendiri bagi sebagian penulis konten, utamanya adalah berita. Dengan menggunakan judul clickbait, pembaca akan menjadi lebih tertarik untuk membuka atau klik postingan tersebut. Judulnya tentu dibikin agar pembaca lebih penasaran dan pastinya tujuannya adalah sebuah trafik dan akhir-akhirnya adalah ‘duit’.

Tapi ada beberapa orang, terutama adalah yang sangat suka dengan sastra, seperti sedikit #AntiClickbait. Banyak dari mereka yang tidak suka dengan clickbait yang menyebut bahwa konten yang menggunakan judul clickbait (atau saya lebih senang menggunakan sebutan ‘ngebait’) adalah konten yang sampah. “Hanya demi trafik, segala cara dilakukan, termasuk merusak tatanan bahasa,” mungkin begitulah anggapan mereka tentang clickbait. Atau bahkan ada yang bilang sampai ‘memperkosa bahasa’.

#AntiClickbait

Tapi sebenarnya anggapan tersebut ada benarnya, bahkan lebih banyak benarnya dibanding salahnya. Benar sekali jika menggunakan konten clickbait tujuannya adalah sebuah trafik. Dan clickbait masih bertahan hingga sekarang, bahkan semakin berkembang karena memang dengan clickbait ini sangat ampuh untuk mendatangkan traffic yang bejibun.

Dengan menggunakan clickbait, tidak hanya ribuan pengunjung yang bisa kalian dapatkan, tapi jutaan bahkan ratusan juta pengunjung juga bisa didapatkan, asal didukung dengan topik yang sedang trending. Tapi ada beberapa hal yang salah dalam anggapan soal clickbait. Fakta-fakta di bawah ini semoga dapat mencerahkan bahwa clickbait tak seburuk yang dikira.

Faktanya #1 : Clickbait Tak Menyalahi Tatanan Bahasa

Tapi ada yang salah dalam anggapan bahwa clickbait bisa merusak tatanan bahasa, karena nyatanya Clickbait tetap dibuat dengan EyD yang benar, atau sekarang disebutnya PUEBI. Contohnya, walaupun clickbait, kata yang bermakna ganda atau ambigu tetap diberi tanda petik ( ‘ ) dan judul juga tetap menggunakan koma, artinya tidak menyalahi tatanan bahasa.

Faktanya #2 : Clickbait Tidak Menyalahi Kode Etik Jurnalistik

Clickbait seringkali dibuat oleh pembuat berita, baik wartawan gadungan, ngakunya wartawan, maupun wartawan sungguhan. Banyak yang beranggapan bahwa ketika media menggunakan judul clickbait, itu menyalahi kode etik jurnalistik. Tapi sebenarya tidak. Kalian bisa lihat capture 11 kode etik jurnalistik berikut yang saya ambil dari Wikipedia.

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik

Disana tidak ada kode etik yang mengatur bagaimana sebuah judul dibuat dan jangan lebay atau bagaimana. Disana hanya menekankan bagaimana agar wartawan Indonesia dapat bertanggungjawab dengan profesinya dan tidak merugikan orang lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada kode etik jurnalistik yang dilanggar apabila sebagai wartawan pun menuliskan dengan judul yang clickbait, asalkan tetap menjunjung tinggi kode etik dan peraturan yang berlaku.

Faktanya #3 : Tak Semua Clickbait Adalah Berita HOAX!

Clickbait sering diidentikkan dengan berita hoax, berita yang mengada-ada, atau berita fitnah terhadap pihak lain. Tapi nyatanya, tak semuanya berita clickbait adalah hoax. Oke memang ada sebagian berita clickbait adalah hoax, biasanya yang tersebar di grup-grup facebook dari situs yang tidak dapat dipercaya, tapi itupun tak semuanya.

Namun, kesuluruhan berita clickbait bukan berita hoax. Mungkin anda tahu koran “Lampu Merah” atau “Lampu Hijau”, disana bisa dibilang sebagai rajanya clickbait dalam judul, banyak yang dihubungkan dengan yang vulgar-vulgar demi banyak pembaca, tapi perlu diketahui bahwa semua berita yang ada di koran super lebay tersebut tidak hoax. Itu adalah berita yang dikemas sedemikian rupa dengan penyampaian yang berbeda, tapi inti dari beritanya adalah sama.

Clickbait Lampu Merah

Clickbait Lampu Merah

Faktanya #4 : Judul Clickbait Masih Mendapatkan Respon Luar Biasa

Clickbait sering dibilang sebagai konten sampah, banyak yang tahu bahwa judul yang super lebay akan tak sesuai dengan isinya, tapi anehnya, konten dengan clickbait masih mendapatkan respon, atau tepatnya traffic yang super.

Contoh sederhananya saja adalah UC News. Hampir semua berita disana adalah clickbait. Tidak hanya berita dari kontributor, dari media pun juga dibuat ngebait agar mendapatkan traffic. Meski UC News selalu dibully, bahkan sampai pernah ada provokator yang menyerukan gerakan uninstall UC News, sampai sekarang tetap saja traffic di UC News masih sangat tinggi, bahkan mengalahkan media berita yang lahir sebelumnya, seperti BaBe dan yang lainnya.

Presentase Sumber Akses Berita Online [Setara.net]

Faktanya #5 : Tak Semua Clickbait Punya Judul yang Tidak Nyambung Dengan Isi

Di atas saya sedikit menyinggung soal anggapan clickbait yang berisi judulnya tidak nyambung dengan isi. Tapi nyatanya kebanyakan clickbait antara judul dan isi tetap nyambung. Hanya saja judul diolah sedemikian rupa agar menambah rasa penasaran pembaca.

Memang sebagian ada clickbait yang memang menekankan di judul namun isinya tidak nyambung sama sekali. Tapi kebanyakan adalah hanya tidak sesuai persepsi pembaca, karena judulnya dibikin se-lebay mungkin. Tapi ada juga beberapa kasus dimana pembaca seringkali baca sekilas, dan tidak baca secara lengkap, itulah yang menyebabkan dianggap gak nyambung, padahal pembacanya saja yang bacanya cuma sekilas.

Jadi intinya, menggunakan clickbait itu tetap ada tujuannya dan tidak semua yang anda pikirkan tentang clickbait adalah benar. Apabila ada yang tidak setuju dengan pikiran saya yang saya utarakan di atas, itu adalah hak kalian masing-masing karena hidup pasti ada pro dan kontranya. Namun, apabila ingin membahas lebih lanjut tentang clickbait, bisa langsung kalian komentari artikel ini, saya akan mencoba menjawab sesuai dengan kemampuan saya.

Sekian dan terima kasih.

Hubungi Saya

Silahkan kirim e-mail untuk menghubungi saya.

Sending
Mantan adalah jodoh yang tertunda

Log in with your credentials

Forgot your details?