Diskusi Dampak Penanganan Macet Tol Jakarta-Cikampek Bagi Industri Logistik di Acara JNE Keren

JNE Keren – 8 Mei 2018 kemarin, JNE bersama Bisnis Indonesia menggelar acara JNE Keren atau yang artinya JNE Kumpul Bareng Kawan Pers Nasional. Acara tersebut juga turut mengundang berbagai media dan Blogger agar lebih bisa menyebarkan informasi yang positif kepada masyarakat luas.

Acara yang bertajuk JNE Keren tersebut merupakan pertama kalinya digelar, dan kota Jakarta merupakan kota pertama kalinya digelarnya acara ini. Acara yang digelar di Mercantile Athletic Club, Word Trade Center 1, Jakarta Pusat tersebut nampak cukup serius karena akan membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh transportasi di Indonesia sekarang ini hingga sangat berdampak bagi jasa pengiriman logistik, salah satunya adalah bagi JNE.

JNE KEREN

Dalam acara tersebut, turut hadir juga beberapa orang hebat yang mungkin tidak pernah kita sangka sebelumnya dengan mereka. Salah satunya yang merupakan Keynote Speaker adalah Menteri Perhubungan, bapak Budi Karya Sumadi.

Acara yang dimulai dengan sambutan dari Presiden Direktur JNE, M Feriadi. Selanjutnya langsung kepada keynote speakers yakni bapak Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Pak Menteri Perhubungan tersebut berpidato dan intinya mengajak kita semua, kawan-kawan dari Pers, baik blogger maupun media untuk menyebarkan berita positif guna membantu pemerintah agar masyarakat semakin teredukasi dan tidak banyak berita bohong yang bersliweran di luar sana.

Setelah sambutan dari Menteri Perhubungan, lanjut ke acara inti yakni Talkshow tentang Dampak Tiga Kebijakan Penanggulangan Macet di Tol Jakarta-Cikampek menurut perspektif regulator dan pengusaha.

Ada empat orang yang berbincang-bincang dalam acara talkshow tersebut, yakni:
1. Wakil Ketua Umum Asperindo, Budi Paryanto.
2. Kepala BPTJ, Bambang Prihartono.
3. Presiden Direktur JNE, M Feriadi.
4. Chairman Supply Chain Indonesia, Setijadi.

Tentu saja keempat orang hebat tersebut sangat seru dalam berdiskusi. Membahas tentang berbagai dampak penanggulangan macet di Tol Jakarta-Cikampek yang juga berdampak bagi industri logistik, membuat temanya begitu sangat seru, apalagi disana ada kepala BPTJ yang tidak lain adalah salah satu pihak yang membuat kebijakan tentang penanggulangan macet di Tol Jakarta-Cikampek.

Apa saja sih tiga penanggulangan macet di Tol Jakarta-Cikampek?
1. Penerapan Ganjil-Genap nomor kendaraan di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.
2. Pembatasan jam operasional angkutan barang.
3. Jalur khusus angkutan umum.

Ketua Asperindo sebagai Asosiasi Pengiriman Jasa Ekspres, Pos, dan Logistik di Indonesia banyak menyoroti tentang bagaimana penerapan Ganjil-Genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur itu justru tidak berjalan sebagaimana semestinya.

Dalam peraturan yang berlaku, bahwa ganjil-genap tersebut seharusnya tidak berlaku bagi truk berplat kuning. Namun nyatanya di lapangan banyak truk plat kuning yang diberhentikan karena nomor kendaraan mereka tidak sesuai dengan tanggal di hari tersebut.

Lanjut lagi menurut Presiden Direktur JNE, Bapak Feriadi, ia berharap bahwa seluruh stakeholder bisa bersinergi secara aktif, dan berkolaborasi untuk mencari solusi yang terbaik demi kemajuan Indonesia. Karena memang jasa pengiriman logistik ini sangat penting demi kelancaran ekonomi.

JNE KEREN

Bapak Setijadi sebagai Chairman Supply Chain Indonesia memberikan pandangannya tentang beberapa solusi yang bisa ditempuh oleh para pengusaha dan berbagai stakeholder agar industri logistik yang sangat penting ini bisa berjalan dengan lancar sesuai apa yang diharapkan.

Kalau pak Bamang Prihartono sebagai kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatakan bahwa akan memaksimalkan transportasi umum agar jalan tol ini tidak macet lagi seperti sekarang, dan pengguna mobil pribadi sebagai pembuat kemacetan bisa berkurang.

Ia berharap masyarakat akan sadar bahwa dengan memakai transportasi umum, maka bisa membantu Indonesia ini lebih maju lagi, dan semuanya bisa berjalan secara lancar, tidak macet ada dimana-mana seperti sekarang ini.

JNE Keren
Photo by: Robit Mikrojul Huda

Ada berbagai opini dan tanggapan dari para audience dalam acara bincang-bincang iniyang pasinya membuat acara semakin seru dan banyak solusi yang mungkin bisa dilakukan oleh mereka sebagai pembuat kebijakan agar masalah yang dihadapi sekarang, tidak akan menjadi masalah lagi kedepannya.

Acara diskusi JNE Keren ini semakin membuka wawasan saya bahwa sebenarnya masih ada berbagai masalah di luaran sana yang sedang dihadapi oleh pemerintah, dan para stakeholder.