Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setiap hari memang mengawasi perizinan terhadap obat-obatan dan makanan, dan terus menindak oknum-oknum nakal yang membuat produk namun tidak izin, maupun oknum-oknum yang memang sengaja memalsukan beberapa produk obat-obatan.

Salah satu produk yang sering menjadi masalah, dan sering menjadi fokus BPOM untuk melakukan penindakan adalah produk berupa kosmetik dan obat tradisional. Seperti yang diketahui bersama, bahwa sekarang banyak sekali kosmetik maupun obat tradisional yang beredar di pasaran, namun soal keamanan belum tentu aman, apalagi jika disana tidak terdapat izin dari Badan POM.

Memang kode izin edar dari Badan POM menjadi patokan bahwa produk itu sudah izin atau belum. Tapi, yang menjadi permasalahan sekarang, banyak oknum nakal yang sengaja memasukkan beberapa bahan berbahaya setelah produk mereka mendapatkan izin dari BPOM. Permasalahan itulah yang sekarang menjadi konsentrasi dari BPOM untuk memberantasnya.

Meskipun BPOM secara maksimal sedang berusaha memberantas obat-obatan berbahaya di pasaran, namun kita sebagai konsumen juga harus ekstra waspada dan sama-sama saling kerja bersama untuk memberantas produk tersebut.

Aplikasi BPOM

Launching aplikasi Public Warning [Foto: tribunnews.com]

Pada 11 Desember 2017 yang lalu, BPOM meresmikan aplikasi bernama “Public Warning” yang berguna untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan sekaligus mengetahui apakah obat tradisional (OT) Bebas Bahan Kimia Obat (BKO). Aplikasi tersebut dapat langsung diunduh melalui www.pom.go.id/pw-ot.apk.

Aplikasi berbasis Android ini berisi tentang daftar produk obat tradisional, termasuk juga kosmetik yang dinyatakan berbahaya melalui public warning Badan POM. BPOM akan mengupdate produk-produk berbahaya tersebut secara realtime sehingga. Dan lebih hebatnya lagi, disana terdapat fitur bahwa masyarakat umum juga bisa melaporkan produk-produk obat tradisional dan kosmetik yang tidak memiliki izin dari Badan POM, maupun diketahui mengandung bahan-bahan yang berbahaya.

Dengan aplikasi ini, masyarakat diharapkan akan lebih merasa aman dan nyaman dalam memilih obat tradisional maupun kosmetik yang akan mereka gunakan. Serta masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mengawasi dan melaporkan produk-produk yang sekiranya berbahaya yang sedang beredar di pasaran.

Selama periode setahun belakangan ini, Badan POM setidaknya menemukan 39 obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Dan yang mengejutkan, 28 produk OT diantaranya tersebut dinyatakan tidak memiliki izin edar atau berarti ilegal.

Selain itu, selama 2017 ini, Badan POM juga menemukan 26 jenis kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Memang di zaman yang serba canggih ini, banyak produk-produk baru yang bermunculan yang mungkin sebagian besar juga tidak mendapatkan izin edar dari Bahan POM. Dan yang patut diwaspadai, bahwa temuan beberapa produk berbahaya tersebut, masih berkaitan dengan kosmetika dekoratif dan produk perawatan kulit yang memang menjadi ‘makanan’ sehari-hari bagi para wanita.

Dengan adanya aplikasi Public Warning ini, jika menemukan produk baru yang belum diketahui sebelumnya, masyarakat bisa mengecek terlebih dahulu di aplikasi tersebut untuk mengecek apakah produk itu masuk ke dalam obat tradisional yang berbahaya atau tidak. Jika di produk tersebut tidak terdapat izin edar namun masih tidak tercantum di aplikasi Public Warning, maka anda juga bisa melaporkan tentang beredarnya produk ilegal tersebut melalui aplikasi Public Warning itu.

Dengan adanya teknologi yang semakin canggih ini, mari gunakan teknologi dengan bijak, untuk hal-hal yang bermanfaat, dan jangan gunakan teknologi untuk keuntungan sendiri namun malah merugikan orang lain.

 

Apliasi BPOM

[Foto: twitter.com/bpom_ri]

Hubungi Saya

Silahkan kirim e-mail untuk menghubungi saya.

Sending
Mantan adalah jodoh yang tertunda

Log in with your credentials

Forgot your details?